Perbedaan antara baterai Li-ion dan baterai Asam Timbal?
Baterai lithium-ion (Li-ion) dan baterai timbal-asam (lead-acid) adalah dua jenis baterai isi ulang yang umum digunakan dalam berbagai aplikasi. Keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam hal kimia, kinerja, dan penggunaan. Berikut adalah beberapa perbedaan utamanya:
Kimia:
Baterai lithium-ion menggunakan ion litium sebagai pembawa muatan. Umumnya, baterai ini memiliki katoda berbahan lithium cobalt oxide (LiCoO₂), lithium manganese oxide (LiMn₂O₄), atau lithium iron phosphate (LiFePO₄), dengan anoda grafit serta larutan elektrolit.
Baterai timbal-asam menggunakan timbal dioksida sebagai elektroda positif, timbal logam sebagai elektroda negatif, dan asam sulfat sebagai elektrolit.
Kepadatan Energi:
Baterai Li-ion memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai timbal-asam, sehingga mampu menyimpan lebih banyak energi dalam volume atau berat yang sama.
Berat dan Ukuran:
Baterai Li-ion umumnya lebih ringan dan lebih ringkas dibandingkan baterai timbal-asam dengan kapasitas yang setara.

Umur Siklus dan Perawatan:
Baterai Li-ion memiliki umur siklus yang lebih panjang, artinya dapat diisi dan dikosongkan lebih banyak kali sebelum kinerjanya menurun secara signifikan. Selain itu, baterai Li-ion memerlukan perawatan yang minimal dibandingkan baterai timbal-asam.
Keamanan:
Baterai Li-ion memiliki pertimbangan keselamatan yang berbeda dibandingkan baterai timbal-asam. Meskipun keduanya dapat menimbulkan risiko keselamatan jika salah penanganan atau rusak, baterai Li-ion lebih sensitif terhadap pengisian berlebih, pengosongan berlebih, dan kerusakan fisik. Kondisi ini dapat menyebabkan thermal runaway dan risiko kebakaran. Thermal runaway dapat dipicu oleh faktor seperti pengisian berlebih, tertusuk, paparan suhu tinggi, atau cacat produksi.
Sensitivitas Suhu:
Baterai Li-ion lebih sensitif terhadap suhu ekstrem dibandingkan baterai timbal-asam. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi kinerja dan umur baterai Li-ion, sementara baterai timbal-asam lebih toleran terhadap rentang suhu yang lebih luas.
Biaya:
Baterai timbal-asam umumnya memiliki biaya awal yang lebih rendah dibandingkan baterai lithium-ion.









